KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada
Allah SWT, yang mana berkat rahmatdan karunia-Nya lah kami dapat menyesaikan
penulisan karya ilmiah tentang DISIPLIN
SISWA KELAS IX D DI SMP NEGERI 1 BUKATEJA yang kami susun untuk memenuhi salah
satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia
tentang pembuatan karya ilmiah. Tak lupa shalawat dan salam semoga tetap
tercurah pada Nabi akhir zaman Muhammad SAW,kepada keluarga, para sahabat dan
seluruh umatnya.Besar harapan kami dengan terselesaikannya makalah ini dapat
menjadi bahan tambahan bagi penilaian guru bidang studi Bahasa Indonesia
dan mudah-mudahan isi dari makalah dan penelitian kami ini dapat di ambil manfaatnya
oleh semua pihak yang membaca makalah ini.Ucapan terimakasih kami sampaikan
kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan karya ilmiah
ini.Kami sangat menyadari apa yang kami susun ini sangat jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu kami sanga mengharapkan adanya kritik yang
bisamembangun kami dalam upaya memperbaiki karya-karya kami selanjutnya.
Bukateja,03 Desember 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................i.
DAFTAR ISI
................................................................ii.
BAB I PENDAHuluan................................................... 1
1.1 Latar belakang
............................................... 1
1.2 Rumusan Masalah
.......................................... 1
1.3 Batasan Masalah
............................................ 1
1.4 Tujuan Penelitian
............................................1
1.5 Manfaat Penelitian
..........................................2
1.6 Sistematika makalah
.......................................2
BAB II PEMBAHASAN .............................................. 3
2.1 Pengertian Disiplin
........................................ 3
2.2 Disiplin di Sekolah
........................................ 3
2.3 Upaya Meningkatkan
Kedisiplinan Siswa......... 4
BAB III PEMBAHSAN HASIL PENELITIAN ...............6
3.1 Jenis Penelitian
............................................. 6
3.2 Tempat dan Waktu
Pelaksanaan .......................6
3.3 Populasi dan Sampel
.......................................6
3.4 Sumber Data
.................................................. 6
3.5 Metode Pengumpulan Data
..............................6
3.6 Analisa Data
...................................................6
BAB IV
PEMBAHASAN.................................................................7
4.1
Hasil Penelitian ...............................................7
4.2 Pembahasan Hasil
Penelitian ...........................8
BAB V PENUTUP ...................................................... 9
5.1 Kesimpulan
....................................................9
5.2 Saran
............................................................ 9
DAFTAR
PUSTAKA...................................................10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar belakang
Seorang siswa dalam mengikuti kegiatan
belajar di sekolah tidak akan lepasdari berbagai peraturan dan tata tertib yang
diberlakukan di sekolahnya, dan setiapsiswa dituntut untuk dapat berperilaku
sesuai dengan aturan dan tata tertib yangyang berlaku di sekolahnya. Kepatuhan
dan ketaatan siswa terhadap berbagaiaturan dan tata tertib yang yang berlaku di
sekolahnya itu biasa disebut disiplinsiswa.Sedangkan peraturan, tata tertib,
dan berbagai ketentuan lainnya yang berupaya mengatur perilaku siswa disebut
disiplin sekolah. Disiplin sekolah adalahusaha sekolah untuk memelihara
perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapatmendorong siswa untuk berperilaku
sesuai dengan norma, peraturan dan tata tertibyang berlaku di sekolah.Yang
dimaksud dengan aturan sekolah (school rule) tersebut, seperti aturantentang
standar berpakaian (standards of clothing), ketepatan waktu, perilaku sosialdan
etika belajar/kerja. Pengertian disiplin sekolah kadangkala diterapkan
pulauntuk memberikan hukuman (sanksi) sebagai konsekuensi dari
pelanggaranterhadap aturan, meski kadangkala menjadi kontroversi dalam
menerapkan metode pendisiplinannya, sehingga terjebak dalam bentuk
kesalahan perlakuan fisik (physical maltreatment) dan kesalahan perlakuan
psikologis (psychologicalmaltreatment), sebagaimana diungkapkan oleh Irwin A.
Hyman dan Pamela A.Snock dalam bukunya ³Dangerous School´ (1999).
1.2 Rumusan
masalah
Adanya tindakan kurang disiplin yang di
lakukan siswa di Sekolah menimbulkan berbagai pertanyaan, diantaranya:
1. Apa penyebab
utama perilaku tidak disiplin siswa.
2. Perilaku
siswa apa saja yang dinilai tidak atau kurang disiplin.
3. Faktor
penyebab terhambatnya penerapan disiplin di sekolah.
4. Apa saja
upaya-upaya yang bisa di lakukan warga sekolah dalam meningkatkan penerapan
disiplin di sekolah.
1.3 Batasan
Masalah
Pada makalah ini kami hanya mengambil
kesimpulan dari penelitian yangdiambil dari siswa kelas IX D SMP 1 Bukateja
1.4 Tujuan
Penelitian
Tujuan penyusunan karya ilmiah ini
adalah:
1.Memenuhi
salah satu tugas mata pelajaran
2.
Mengetahui seberapa besar pengaruh disiplin siswa terhadap
perkembangan prestasi
dan tingkah laku di sekolah.
3. Ikut
serta dalam upaya mengembangkan penanaman disiplin pada diri
siswa.
1.5 Manfaat
Penelitian
Manfaat dari penyusunan karya ilmiah ini
adalah mengetahui seberapa besar penerapan disiplin yang
dilaksanakan oleh siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri SMP N 1 Bukateja
khususnya kelas IX D. Dan seberapa besar upaya warga sekolah, khususnya
Gurudalam usaha meningkatkannya.
1.6 Sistematika Makalah
Adapun
system penulisan dan Makalah Laporan Penelitian Sosial ini adalah :
BAB I,
berisi tentang pendahuluan membahas tentang latar belakang, rumusanmasalah,
tujuan, manfaat, alat, data, populasi dan sampel, lokasi danwaktu, metode dan
sistematika. BAB II, Berisi tentang pembahasan pengerian disiplin dan beberapa
factor yangmempengaruhinya.
BAB III,
Tentang pembahasan hasil penelitian, gambaran umum responden,gambaran responden
tentang penerapan kedisiplinan di sekolah.
BAB IV,
berisi tentang kesimpulan dan saran.
BAB II
TINJAUAN
TEORI
2.1 Pengertian Disiplin
Disiplin berasal dari bahasa latin
Discere yang berarti belajar. Dari kata initimbul kata Disciplina yang berarti
pengajaran atau pelatihan.Dan sekarang katadisiplin mengalami perkembangan
makna dalam beberapa pengertian. Pertama,disiplin diartikan sebagai kepatuhan
terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Kedua
disiplin sebagai latihan yang bertujuanmengembangkan diri agar dapat
berperilaku tertib.Dalam kehidupan sering kita dengar orang mengatakan bahwa si
IX D adalahorang yang memiliki disiplin yang tinggi, sedangkan si Y orang yang
kurang disiplin.Sebutan orang yang memiliki disiplin tinggi biasanya tertuju
kepada orang yangselalu hadir tepat waktu, taat terhadap aturan, berperilaku
sesuai dengan norma-norma yang berlaku, dan sejenisnya. Sebaliknya, sebutan
orang yang kurang disiplin biasanya ditujukan kepada orang yang kurang
atau tidak dapat mentaati peraturandan ketentuan berlaku, baik yang bersumber
dari masyarakat (konvensi-informal), pemerintah atau peraturan yang
ditetapkan oleh suatu lembaga tertentu(organisasional-formal).
2.2 Disiplin di
Sekolah
Membicarakan
tentang disiplin sekolah tidak bisa dilepaskan dengan persoalan perilaku
negatif siswa. Perilaku negatif yang terjadi di kalangan siswa remaja padaakhir-akhir
ini tampaknya sudah sangat mengkhawarirkan, seperti: kehidupan sex bebas,
keterlibatan dalam narkoba, gang motor dan berbagai tindakan yang menjuruske
arah kriminal lainnya, yang tidak hanya dapat merugikan diri sendiri, tetapi
jugamerugikan masyarakat umum. Di lingkungan internal sekolah pun
pelanggaranterhadap berbagai aturan dan tata tertib sekolah masih sering
ditemukan yangmerentang dari pelanggaran tingkat ringan sampai dengan
pelanggaran tingkat tinggi,seperti : kasus bolos, perkelahian, nyontek,
pemalakan, pencurian dan bentuk-bentuk penyimpangan perilaku
lainnya.Tentu saja, semua itu membutuhkan upaya pencegahan dan
penanggulangganya, dan di sinilah arti penting disiplin sekolah.
Perilaku
siswa terbentuk dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lainfaktor
lingkungan, keluarga dan sekolah.Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolahmerupakan
salah satu faktor dominan dalam membentuk dan mempengaruhi perilakusiswa.Di
sekolah seorang siswa berinteraksi dengan para guru yang mendidik danmengajarnya.Sikap,
teladan, perbuatan dan perkataan para guru yang dilihat dandidengar serta
dianggap baik oleh siswa dapat meresap masuk begitu dalam ke dalamhati
sanubarinya dan dampaknya kadang-kadang melebihi pengaruh dari orangtuanya di
rumah. Sikap dan perilaku yang ditampilkan guru tersebut pada dasarnyamerupakan
bagian dari upaya pendisiplinan siswa di sekolah.Brown dan Brown mengelompokkan
beberapa penyebab perilaku siswa yangtidak disiplin, sebagai berikut :
Perilaku
tidak disiplin bisa disebabkan oleh guru
Perilaku
tidak disiplin bisa disebabkan oleh sekolah; kondisi sekolah
yangkurang
menyenangkan, kurang teratur, dan lain-lain dapat
menyebabkan perilaku
yang kurang atau tidak disiplin.
Perilaku
tidak disiplin bisa disebabkan oleh siswa , siswa yang berasal
darikeluarga
yang broken home.
Perilaku
tidak disiplin bisa disebabkan oleh kurikulum, kurikulum
yang
tidak terlalu kaku, tidak atau kurang fleksibel, terlalu dipaksakan
dan
lain-lain bisamenimbulkan perilaku yang tidak disiplin, dalam
proses
belajar mengajar pada khususnya dan dalam proses pendidikan
pada
umumnya.
Pendekatan peraturan demokratis
dilakukan dengan memberi penjelasan,diskusi dan penalaran untuk membantu siswa
memahami mengapa diharapkanmematuhi dan menaati peraturan yang ada. Teknik ini
menekankan aspek edukatif bukan aspek hukuman. Sanksi atau hukuman
dapat diberikan kepada yang menolak atau melanggar tata tertib.Akan
tetapi, hukuman dimaksud sebagai upayamenyadarkan, mengoreksi dan mendidik. Dalam
disiplin sekolah yang demokratis,kemandirian dan tanggung jawab dapat
berkembang. Siswa patuh dan taat karenadidasari kesaadaran dirinya. Mengikuti
peraturan yang ada bukan karena terpaksa,melainkan atas kesadaran bahwa hal itu
baik dan ada manfaat
Sanksi adalah hukuman yang diberikan
kepada siswa atau warga sekolahlainnya yang melanggar tata tertib atau
kedisiplinan yang telah diatur oleh sekolah,yang secara eksplisit berbentuk
larangan-larangan. Hal ini menurut Depdiknas(2001:10), ³Sanksi yang diterapkan
agar bersifat mendidik, tidak bersifat hukumanfisik, dan tidak menimbulkan
trauma psikologis.´ Sanksi dapat diberikan secara bertahap dari yang
paling ringan sampai yang seberat-beratnya. Sanksi tersebut dapat berupa:
1.Teguran
lisan atau tertulis bagi yang melakukan pelanggaran
ringan
terhadapketentuan sekolah yang ringan.
2. Hukuman
pemberian tugas yang sifatnya mendidik, misalnya
membuatrangkuman
buku tertentu, menterjemahkan tulisan
berbahasa
Inggris dan lain-lain.
3.
Melaporkan secara tertulis kepada orang tua siswa tentang
pelanggaran
yang dilakukan putera-puterinya.
4.Memanggil
yang bersangkutan bersama orang tuanya agar yang
Bersangkutan
tidak mengulangi lagi pelanggaran yang
diperbuatnya.
5.Melakukan
skorsing kepada siswa apabila yang bersangkutan
melakukan pelanggaran
peraturan sekolah berkali-kali dan cukup
berat.
6.
Mengeluarkan
yang bersangkutan dari sekolah, misalnya yang
bersangkutantersangkut
perkara pidana dan perdata yang dibuktikan oleh pengadilan.
2.3 Upaya
Meningkatkan Kedisiplinan Siswa
Reisman dan
Payne (E. Mulyasa, 2003) mengemukakan strategi umummerancang disiplin siswa,
yaitu :
1.Konsep
diri; untuk menumbuhkan konsep diri siswa sehingga siswa dapat berperilaku
disiplin, guru disarankan untuk bersikap empatik, menerima,hangat dan terbuka;
2.Keterampilan
berkomunikasi; guru terampil berkomunikasi yang efektif sehingga mampu
menerima perasaan dan mendorong kepatuhan siswa;
3.Konsekuensi-konsekuensi
logis dan alami; guru disarankan dapatmenunjukkan secara tepat perilaku yang
salah, sehingga membantu siswa dalam mengatasinya; dan memanfaatkan
akibat-akibat logis dan alami dari perilaku yang salah;
4.Klarifikasi
nilai; guru membantu siswa dalam menjawab pertanyaannyasendiri tentang
nilai-nilai dan membentuk sistem nilainya sendiri;
5.Analisis
transaksional; guru disarankan guru belajar sebagai orang dewasaterutama ketika
berhadapan dengan siswa yang menghadapi masalah;
6.Terapi
realitas; sekolah harus berupaya mengurangi kegagalan danmeningkatkan
keterlibatan. Guru perlu bersikap positif dan bertanggung jawab; dan
7.Disiplin
yang terintegrasi; metode ini menekankan pengendalian penuh olehguru untuk
mengembangkan dan mempertahankan peraturan;
8.Modifikasi
perilaku; perilaku salah disebabkan oleh lingkungan. Oleh karenaitu, dalam
pembelajaran perlu diciptakan lingkungan yang kondusif;
9.Tantangan
bagi disiplin; guru diharapkan cekatan, sangat terorganisasi, dandalam
pengendalian yang tegas. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa peserta didik
akan menghadapi berbagai keterbatasan pada hari-hari pertamadi sekolah, dan
guru perlu membiarkan mereka untuk mengetahui siapa yang berada dalam
posisi sebagai pemimpin
BAB III
METODE
PENELITIAN
Metode penelitian adalah strategi umum yang
dianutpengumpulan data dananalisis yang diperlukan,dengan menjawab persoalan
yang dihadapi ini berartimetode penelitian merupakan suatu masalah yang
berdasarkan faktor empiris danobjektif untuk diuji secara ilmiah oleh siapapun.
Metode yang digunakan dalam suatu penelitian ditentukan oleh
sifat persoalan dan jenis data yang diperlukan. Oleh karena itu,dalam
memilih metode penelitian hendaknya harus dapat dan sesuai dengan
kebutuhan karena berhasiltidaknya penelitian tergantung pada sesuai tidaknya
memilih dan menerapkanmetode penelitiannya.
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakanmetode
kualitatif yang dapat diartikan sebagai prosedur penulisan yag
menghasilkan data data deskriptif kata-kata tertulis atau lisandari perilaku
orang-orang yang diamati.Sedangkan penulisan karya ilmiah
inibersifatdeskriptif,yaitu memberikan gambaran suatu keadaan tertentu secara
rinci disertaidengan bukti.
3.2 Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Penelitian
ini bertempat di SMP N 1 Bukateja,sedangkan waktu penelitian dilaksanakan mulai
tanggal 30 November – 4 Desember 2015.
3.3 Populasi dan Sampel
A. Populasi
Menurut
kelompok saya yang dimaksud dengan populasi adalah keseluruhan objek
penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam
wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi.
Sesuai dengan permasalahan untuk menemukan jawaban dari penelitianini,maka
penelitian ini mengambil populasi dari kelas IX D.
B. Sampel
Sampel
merupakan sebagian atau wakil yang diteliti.Dalam penelitianini,peneliti
mengambil sampel sebanyak 25 siswa dari kelas IX D.
3.4 Sumber Data
Sumber data
yang digunakan adalah sumber data primer yaitu yang diperolehdari hasil
angket/lembar pengisian soal.
3.5 Metode Pengumpulan Data
Metode
pengumpulan data yang digunakan untuk menyusun karya ilmiah iniadalah dengan
metode angket.Angket merupakan lembaran yang berisi soal-soalserta bersagkutan
dengan masalalah yang diteliti,untuk diisi oleh pihak-pihak yangdimaksud oleh
peneliti.
3.6 Analisa Data
Analisis
data yang di pakai adalah jumlah persentase jawaban siswa darisetiap pertanyaan
yang ada pada angket yang dibagikan, dari data tersebut di ambilkesimpulan
keadaan disiplin siswa.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Dengan
metode angket/lembar pengisian soal dari sampel sebanyak 25 siswakelas IX D di
SMP Negeri 1 Bukateja,peneliti berhasil mengumpulkan data dibawahini:
A. Pemahaman
siswa tentang disiplinHasil : dari penelitian 80 % siswa memahami arti dari
disiplin sememtara sisanyakurang memahaminya.
B. Sudahkah
siswa menerapkan disiplin dalam kehidupan sehari-hariHasil : dari hasil
penelitiam di dapat:
Sudah
menerapkannya 60 %
Sedikit/
kadang-kadang 30 %
Belum 10%
C. Pernahkah
siswa terlambat masuk ke sekolahHasil : sebagian besar siswa (70%) pernah
terlambat datang ke sekolah.
D. Alasan
siswa terlambatHasil : hasil jawaban terbanyak adalah factor jarak yang jauh
antara rumah dansekolah, dan ketersediaan angkutan umum.
E. Pernahkah
siswa bolos sekolahHasil : 20% dari responden menjawab ya, dan sisanya tidak.
F. Alasan
jika bolosHasil : 30 % menjawab karena iseng, 20 % menghindari salah satu mata
pelajaranDan sisanya menjawab hanya mengikuti ajakan teman.
G. Pernahkah
siswa ditegur langsung oleh guru saat melakukan tindakan yang dinilaikurang
disiplin.Hasil : 30% menjawab sering, 50% menjawab pernah, sisanya belum
pernah.H. Peringatan yang diberikan guru terhadap siswa yang dinilai kurang
disiplinHasil :
30% Di
tegur saja
30 % Di marahi
20 % Di
laporkan kepada orang tua
15%Di Skorsing
5% Di
kembalikan kepada orangtua
.I.
Pernahkah pihak sekolah mengingatkan tentang pentingnya pelaksanaan
disiplinHasil : semua siswa menjawab pernah. Berarti pihak sekolah selalu
mengingatkansiswa tentang pentingnya kedisiplinan
.J.
Bagaimana cara sekolah mengingatkan siswa pada kedisiplinanHasil : adanya hasil
yang hampir seragam, yaitu m sekolah mengingatkan siswadengan pemberian amanat
Pembina upacara pada saat upacara dan pelaksanaan penyuluhan langsung,
serta penerapan peraturan yang langsung ditindak lanjutioleh kesiswaan.
4.2 Pembahasan Hasil Penelitian
Dari hasil
penelitian, kita dapat mengetahui bahwa tingkat kedisiplinan setiapsiswa
ternyata berbeda-beda, perlu usaha yang lebih serius dari pihak sekolah
dalamupaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap kedisiplinan.Bukan hanya
dengan peraturan yang terkesan mengikat siswa, kedisiplinan bisa tumbuh
bila siswa seringdiberikan penyuluhan dan pengarahan ±pengarahan oleh berbagai
pihak terutamalingkungan sekolah.Beberapa siswa terbukti mempunyai tingkat
kedisiplinan yang baik, itu berarti factor utama dalam pelaksanaan
disiplin adalah adanya kesadaran, bukanhanya sebuah aturan.Tinggal bagaimana
pihak sekolah selaku pembimbing dan pelaksana pendidikan di sekolah,
mensiasati permasalahan ini.
BAB V
KESIMPULAN
DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Penegakan
disiplin di sekolah tidak hanya berkaitan dengan masalah seputar kehadiran
atau tidak, terlambat atau tidak. Hal itu lebih mengacu pada pembentukansebuah
lingkungan yang di dalamnya ada aturan bersama yang dihormati, dan siapapun
yang melanggar mesti berani mempertanggungjawabkan perbuatannya.Setiap
pelanggaran atas kepentingan umum di dalam sekolah mesti diganjar dengan
hukuman yang mendidik sehingga siswa mampu memahami bahwa nilaidisiplin itu
bukanlah bernilai demi disiplinnya itu sendiri, melainkan demi tujuan lainyang
lebih luas, yaitu demi stabilitas dan kedamaian hidup bersama.Disiplin sekolah,
menurut F.W. Foerster, merupakan keseluruhan ukuran bagitindakan-tindakan yang
menjamin kondisi-kondisi moral yang diperlukan, sehingga proses pendidikan
berjalan lancar dan tidak terganggu. Adanya kedisiplinan dapatmenjadi semacam
tindakan preventif dan menyingkirkan hal-hal yangmembahayakan hidup kalangan
pelajar.Sementara itu, Komensky menggambarkan pentingnya kedisiplinan disekolah
dengan mengungkapkan, "Sekolah tanpa kedisiplinan adalah seperti
kincir tanpa air."
5.2 Saran
Dalam rangka
meningkatkan kedisiplinan siswa, ada beberapa upaya yangmungkin bisa dilakukan
diantaranya:1.
Untuk
menumbuhkan konsep diri siswa sehingga siswa dapat berperilakudisiplin, guru disarankan
untuk bersikap empatik, menerima, hangat danterbuka;2.
Guru
terampil berkomunikasi yang efektif sehingga mampu menerima perasaan dan
mendorong kepatuhan siswa;3.
Guru
disarankan dapat menunjukkan secara tepat perilaku yang salah,sehingga membantu
siswa dalam mengatasinya; dan memanfaatkan akibat-akibat logis dan alami dari
perilaku yang salah;